Sony ericsson merupakan perusahaan
yang didirikan pada Oktober 2001, perusahaan tersebut merupakan gabungan
dari kedua belah pihak yaitu sony dan ericsson. Masing-masing dari perusahaan tersebut waktu
itu memegang sebesar 50% saham. Saat mereka berdiri masin masing, produk mereka
kurang laku dan diminati di pasaran. Akhirnya mereka bergabung menjadi satu vendor
yang menjadikan mereka sebagai enam besar di bisnis perangkat mobile. Namun seiring berjalanya waktu, pasar ponsel
mengalami pergesaran besar-besaran kearah smartphone. Pada tahun 2007, merupakan tahun emas bagi Sony Ericsson karena produk. Mereka telah diminati oleh masyarakat. Namun pada tahun 2008 Sony Ericsson mulai dikalahkan dengan adanya iPhone dan blackberry.
Hingga pada tahun 2009 Sony Ericsson mengalami banyak kerugian. Salah satu faktor yang menyebabkan kedua vendor ini berpisah adalah kalah saing dengan adanya android. Karena pada saat itu sony ericsson masih mengadopsi sistem operasi Symbian dari nokia. Dan saat itu juga, customer banyak yang beralih menggunakan android. Hal ini lah merupakan awal dari kegagalan dari sony ericsson. Sampai pada Oktober 2011 secara resmi mengumumkan bahwa mereka berpisah, banyak yang memberikan spekulasi bahwa mereka sudah berbeda pandangan dan tujuan. Kini Ericsson sudah tidak lagi membuat ponsel dan berfokus sebagai produsen perangat jaringan.
Hingga pada tahun 2009 Sony Ericsson mengalami banyak kerugian. Salah satu faktor yang menyebabkan kedua vendor ini berpisah adalah kalah saing dengan adanya android. Karena pada saat itu sony ericsson masih mengadopsi sistem operasi Symbian dari nokia. Dan saat itu juga, customer banyak yang beralih menggunakan android. Hal ini lah merupakan awal dari kegagalan dari sony ericsson. Sampai pada Oktober 2011 secara resmi mengumumkan bahwa mereka berpisah, banyak yang memberikan spekulasi bahwa mereka sudah berbeda pandangan dan tujuan. Kini Ericsson sudah tidak lagi membuat ponsel dan berfokus sebagai produsen perangat jaringan.
Nokia
Nokia adalah perusahaan yang di bangun untuk
tujuan pabrik atau industri seluler. Absennya produk yang popular terlalu lama,
sehingga menurunkan pamor Nokia dan tergantikan oleh pesaingnya, Nokia terlalu fokus mengembangkan
symbian tanpa memberikan inovasi yang berarti, Nokia tidak fokus pada pengembangan hardware (phone) saja, usaha Nokia untuk mengambangkan
software (Symbian, Megoo) malahmembuat Nokia tidak fokus. iPhone & Android
smart phone (Samsung, HTC, LG, dll) dan RIM berhasil mengambil market Nokia
gagal mengambil momentum Smart Phone. Booming Ketidakunikan Nokia
dibanding mobile phone competitor. Smartphone yang berbasis Apple punya
keunikan (user experience, high lifestyle), atau smartphone berbasis Android
(kaya akan applikasi dan game gratis), demikian pula Smartphone Blackberry
(push email, messaging, BBM dan social media). Dan keunikan itu merupakan
kekuatan yang menyebabkan mereka dilirik oleh pasar dan akhirnya mampu menggeser nokia sebaga raja. Nokia yang menyediakan produk produk untuk melayani semua segmen pasar menjadi tidak unik dan ditinggalkan customer/pembeli. Vendor ponsel cina (Huawei, ZTE) dan korea (Samsung, LG) mengeluarkan smart phone low cost untuk menyaingi kerajaan Nokia di negara berkembang.

My Social Media